Apel
merupakan komoditi yang banyak ditumbuhkan secara komersial dan tergolong
sebagai tanaman buah beriklim sedang. Hal tersebut secara global persis seperti
pisang, jeruk, dan anggur. Negara yang paling banyak memproduksi buah apel ada China.
Manfaat apel sangat baik untuk kesehatan, sehingga disarankan jika apel menjadi
salah satu komoditi yang dikonsumsi sehari-hari. Pada mulanya, apel berasal
dari Eropa dan Asia bagian barat dan kemudian menyebar hingga ke seluruh dunia.
Dengan varietas yang sangat beragam, hingga saat ini ada 8000 varietas yang telah
ditumbuhkan, yang paling umum adalah Golden
Delicious, Cortland, Fuji, Empire, Red Delicious, Pink Lady, Gala, McIntosh,
Ida Red, Macoun, Winesap, dan Nothern
Spy.
Dalam pembudidayaan apel,
terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Pertama yaitu dari iklim yang
disyaratkan untuk menumbuhkan tanaman buah apel. Iklim yang baik bagi pertumbuhan
pohon apel adalah beriklim sedang dan mendapat sinar matahari yang cukup. Namun,
biasanya pohon apel juga memerlukan treatment
berupa ditumbuhkan dalam temperatur yang sejuk untuk beberapa saat. Waktu dan
temperatur yang direkomendasikan untuk kondisi pertumbuhan yang optimum adalah
1000 jam di bawah 7 °C. Temperatur yang terlalu rendah juga tidak terlalu baik
karena akan merusak tanaman apel. Cahaya matahari berperan penting untuk
meningkatkan kualitas warna apel. Hujan yang terlalu lebat ketika kondisi buah
sudah mendekati matang akan menyebabkan hasil yang kurang maksimal. Maka,
hindari area yang sedang mengalami musim hujan ataupun yang berangin kencang.
Area yang dapat
ditumbuhi tanaman apel adalah 1500 meter hingga 2600 meter di atas permukaan
laut. Tanaman apel cukup fleksibel karena dapat tumbuh pada hampir semua jenis
tanah. Namun, yang paling baik untuk pertumbuhan apel adalah tanah liat yang
cukup kering dan kaya akan komponen organik dengan pH senilai 5.5 sampai 6.5
dengan aerasi yang baik. Jika ingin melakukan budidaya dalam skala yang cukup
besar, sebaiknya melakukan sampling
tanah terlebih dahulu untuk menentukan apakah tanah tersebut subur dan sesuai.
Tanah yang sekiranya kekurang nutrien makro, maka diperlukan perlakuan khusus
terlebih dahulu terhadap tanah tersebut sebagai bagian dari persiapan budidaya
apel.
Propagasi atau perembatan
tanaman apel biasanya diupayakan dengan metode cangkok dan tunas. Dalam hal
ini, harus berhati-hati dalam menentukan material untuk menumbuhkan apel. Bahan
tanam harus berasal dari pembibitan asli. Ketika tanaman siap untuk
ditransplantasikan, perawatan yang lebih intensif sangat diperlukan apalagi
saat proses transportasi.
Waktu ideal untuk
membudidayakan apel adalah pada bulan Januari dan Februari. Sistem yang
dianjurkan dalam penanaman apel adalah model square atau hexagonal. Penanaman
dilakukan dengan menggali tanah membentuk lubang sebesar 1 meter x 1 meter x 1
meter terlebih dahulu. Disetiap lubang disarankan terkandung pupuk kandang
sebanyak 35 kilogram, 500 gram fosfat, dan 50 gram malathion. Ketiganya sudah dalam keadaan tercampur.
Jarak antar tumbuhan
bermacam-macam. Luas tanah sebesar 1 hektare dapat ditumbuhi sekitar 250 hingga
1200 pohon apel, tergantung dari masa jenisnya. Terdapat 4 tipe, yaitu UHD (Ultra High Density). Metode ini dapat
mengaplikasikan 1200 tanaman dalam 1 hektare tanah. Sedangkan, HD atau High Density dapat mengaplikasikan 500
hinga 1200 tanaman per hektare. Semakin menurun massa jenisnya, maka akan
berkisar 250 hingga 500 tanaman dalam 1 hektare. Bahkan, untuk tanaman bermassa
jenis rendah, dalam 1 hektare akan terakomodasikan kurang dari 250 tanaman.
Sistem irigasi
dibutuhkan setelah aktivitas penanaman. Namun, pastikan kondisi lahan tidak
digenangi oleh air, baik disebabkan oleh hujan lebat atau pun banjir. Tidak
perlu penyiraman pada musin hujan, namun jika kemarau tetap dibutuhkan irigasi
bagi tanaman apel dengan interval 7 hingga 9 hari. Ketika kondisi buah sudah
mendekati matang, hal ini menjadi masa kritis bagi buah apel tersebut. Sistem
irigasi yang disarankan yaitu drip system.
Penggunaan pupuk yang
dibutuhkan rata-rata 8 hinga 10 kilogram per tahun per pohon. Semakin tua umur
pohon, maka penggunaan pupuk akan semakin banyak. Umur pohon yang sudah
mencapai 10 tahun, penggunaan pupuk akan meningkan 10 kali lipat. Kemudian,
dalam hal budidaya, pastikan tanaman inang yang tumbuh di sekitar pohon apel
dibersihkan agar nutrisi tidak terserap ke inangnya, melainkan optimal pada
pohon apel. Pohon apel rata-rata dapet berbuah setelah 7 hingga 8 tahun setelah
dimulainya penanaman, namun kembali lagi dari jenis apel yang ditanam. Bahkan,
ada yang harus menunggu 35 tahun untuk berbuah. Dalam proses pemanenan,
pastikan buah sudah matang ketika dipetik.
Sumber
Comments
Post a Comment